Happy 19th!

Postingan kali ini gue khususkan untuk seorang yang sangat berarti buat gue tiga tahun belakangan ini. Officially, we're in relationship, but he's more than a bf for me. Kalo boleh jujur, cuma dia satu-satunya orang yang stand up kapanpun gue butuh telinga untuk jadi pendengar tiga tahun terakhir. Gue berbicara dengan konteks di luar keluarga, karena biar gimanapun juga keluarga bakal selalu stand up ketika gue berada dalam situasi apapun.

Temen-temen terdekat gue ngga banyak. Di luar Pippo, mungkin temen-temen terdekat gue ngga sampai 15 orang dari SD-Kuliah. Tapi yang gue sadari adalah as we're growing up, ngga semua temen-temen gue akan selalu punya waktu buat ngedengerin susah-senang gue. Gue paham mereka juga perlu ngurusin hidup mereka sendiri tanpa harus terbebani dengan keluh kesah gue. Gue juga ngga mau ngebebanin teman-teman gue dengan dikit-dikit cerita, dikit-dikit minta saran, dikit-dikit ngeluh.

But Pippo is more than a bf for me. He's the nicest guy i've ever met. Ada satu cerita yang bakal gue ceritain di sini tentang bagaimana Pippo nge-treat gue dengan sangat baik. Ini terjadi waktu kelas 12, akhir semester satu, hari Selasa, gue lupa tanggal berapa yang pasti hari itu gue ada presentasi Bahasa Indonesia tentang Novel.

Gue sakit hari itu. Gue ngga bisa ikut presentasi. Tekanan darah gue tiba-tiba drop parah banget sampai gue ngga bisa ngapa-ngapain lagi. Mata gue kunang-kunang terus gelap, kepala sakit banget, dan gue muntah-muntah. Gue udah bolak-balik muntah di toilet, sampe yang terakhir gue muntah di kelas pake plastik pas udah pulang sekolah karena udah ngga kuat jalan lagi. Sounds so disgusting, I know tapi kenyataannya memang begitu.

Lalu apa yang Pippo lakukan buat gue? Dia muter-muter UKS, kantin, koperasi nyari Sangobion. Dan hasilnya nihil, di sekolah ngga ada yang jual bahkan di UKS juga ngga ada. Akhirnya dia inisiatif order Sangobion via Go-Med di Go-jek dan bayarnya pun pake uang dia. Ini bukan promosi btw hehe. Inget waktu tadi gue bilang kalo gue muntah di kelas pake plastik? Dia yang buang plastiknya. Iya dia. Gue sama sekali udah ngga kuat bangun, dan dia yang buang. Jijik? Pasti! But he did it. For me.

Dan benar saja, ketika pulang sekolah gue dijemput bapak gue dan kita langsung ke rumah sakit, tekanan darah gue sebesar 70/50. Apa yang bisa gue lakukan dengan tekanan darah yang sebegitu rendah?

Yang ingin gue tekankan adalah he was there for me when everyone else only asked "vit kenapa?", then left. If you asked me "kenapa ngga izin pulang aja? Udah tau sakit kenapa masih maksain stay di kelas?". Jawabannya adalah gue sakit pas jam istirahat kedua. Pippo yang coba mintain surat izin ke guru piket waktu itu ditolak mentah-mentah karena katanya harus gue sendiri yang minta surat izinnya dan katanya gue disuruh tahan karena sekitar dua jam lagi sekolah bubar. Padahal waktu itu kondisinya gue sama sekali udah ngga bisa bangun lagi dan gue udah ngga tahan lagi.

Dan masih banyak cerita yang lainnya. Tapi cerita di atas adalah yang paling membuat gue yakin bahwa he's more than my bf. Mungkin terkesan hiperbolis, tapi memang begitu kenyataannya. Tiga tahun ini bukan berarti hubungan kita mulus-mulus aja. Pernah berantem? Sering banget. Ada orang ketiga? Ada, sampai gue males sendiri ngurusinnya. Pernah kepikiran buat putus? Pernah putus malah, tapi ngga lama memang hehe. Tapi, gue bersyukur karena bisa kenal dia lebih dalam lagi lewat masalah-masalah di atas, and see, we're still together for this time being.

Dan ngga kerasa hari ini, tepat ketika gue post tulisan ini, dia berulang tahun yang ke-19. So, I would like to say a thing to him:

Happy birthday, my dearest Pippo. It's such an honour for me to know more about who you are. I quoted Labrinth song for a wish, "I wish you the best of all this world could give", 'cause you deserve all the best things exist in this world. I don't know what will be happen to our life later, but I hope you always be the one whom i knew, be the kindhearted one, and be whatever you want to be. I love you, as your (maybe) the best-girl-friend.

Xxx,

Nov

Comments