from Conan to Poirot : Opinion and a Little Bit Spoiler

Gue udah cinta banget sama komik Detective Conan dari SD. Berawal dari rumah kakak sepupu gue, dimana dia punya banyak banget komik Conan, terus gue baca karena lagi gabut nungguin orang tua yang lagi pada arisan. Cerita yang pertama gue baca tuh yang judulnya Panggilan Ke Istana Terpencil. Ini udah sekitar volume ke-berapa belas gitu kalo ngga salah, gue ngambilnya random aja soalnya waktu itu.

Tapi favorit gue sih yang judulnya Persimpangan Pengkhianatan. Ini ceritanya Ai Haibara hampir ketahuan sama Black Organization, tapi diselamatkan sama Conan. Dan keren parah si emang caranya.

Anyway, buat yang udah pernah baca Detective Conan pasti tau dong idolanya Conan atau Shinichi itu siapa?

Yup! Sherlock Holmes. Awalnya gue ngga tau Sherlock Holmes itu siapa sampai gue baca Conan, sehingga harusnya gue lebih penasaran sama Sherlock Holmes kan setelah baca, tapi entah kenapa gue lebih tertarik sama Hercule Poirot, tokoh detektif asal Belgia ciptaan Agatha Christie.

Again, gue tau Agatha Christie tuh dari temen gue. Dia nenteng-nenteng novelnya ke sekolah, dan gue ngga begitu tertarik waktu itu. Tapi, semua bermula di tahun 2017 ketika gue ngga ada kerjaan (atau gabut isitilahnya, you name it), gue iseng baca bukunya Agatha Christie yang judulnya Murder on The Orient Express, and here's my opinion about all Agatha Christie's book I've ever read:

Murder on The Orient Express



Credit to www.asianbooks.com

Novel ini bercerita tentang pembunuhan yang terjadi di atas kereta Orient Express yang melayani rute Istanbul-Calais. Yang dibunuh adalah orang kaya dari Amerika bernama Ratchett (later known as Casetti). Ratchett ini tau kalo dia sedang diancam akan dibunuh, makanya dia minta tolong Poirot untuk mengawasi siapa-siapa aja yang mencurigakan di kereta tersebut. Tapi sayangnya Poirot menolak, dengan alasan ngga suka sama wajahnya Ratchett yang terkesan kejam itu. Akhirnya, Ratchett dibunuh pas tengah malam dengan ditusuk sebanyak dua belas kali. Karena kasus tersebut, Poirot diminta Bouc, direktur dari perusahaan Orient Express, untuk menangani kasus tersebut.

Pendapat gue ketika pertama kali baca novel ini adalah there are so much differences with Conan. Ketika Conan lebih berfokus pada trik-trik pembunuhan dalam memecahkan kasus, Poirot lebih menekankan pada hal-hal yang bersifat psikologis dari orang-orang yang menjadi tersangka.

Dan ending-nya bikin gue terperangah. Dan akhirnya gue ketahui kalo ciri khas novel-novel Christie adalah ending-nya yang plot twist. Sebagai spoiler, gue mengira pembunuhnya adalah Mary Debenham, tapi ternyata bukan. Silakan baca sendiri kalo mau tau, hehe. Oh iya, novel ini ada film versi tahun 2017-nya loh, dengan judul yang sama. Directed by Kenneth Branagh (he also portrayed as Poirot), menurut gue filmnya cukup bagus meskipun belum memuaskan. Mungkin kapan-kapan gue bikin postingan tentang filmnya kali ya?

The Murder of Roger Ackroyd



Credit to scoopadm.apps-foundry.com

Ditulis dari sudut pandang orang pertama yaitu dr. James Sheppard, novel ini berkisah tentang pembunuhan seseorang yang sukses bernama Roger Ackroyd. Roger Ackroyd dibunuh sesaat setelah mengadakan pembicaraan pribadi dengan dr. Sheppard menggunakan pisau belati. Ralph Paton, anak tiri Ackroyd adalah orang yang paling dicurigai sebagai pembunuh karena semua bukti mengarah kepadanya, ditambah lagi Paton menghilang.

Gue pribadi senang baca novel ini karena gue berhasil menebak siapa pembunuhnya. Plot twist terbaik sejauh ini menurut gue. Kenapa gue bisa menebak siapa pembunuhnya? Karena sesuai dengan cara Poirot memecahkan kasus menggunakan kemungkinan psikologis, gue jadi mempelajari kejanggalan di karakter seorang tokoh yang cukup implisit sebenarnya penggambarannya, tapi kalo diperhatiin emang jelas tergambar bahwa ada kejanggalan di karakternya.

Overall, gue puas sekali baca novel ini hehehe

Death on The Nile



Credit to images-na.ssl-images-amazon.com

Novel ini berlatar di Mesir, di Sungai Nil pastinya karena sesuai sama judulnya. Bercerita tentang Linnet Ridgeway, seorang gadis kaya yang sukses dan pandai berbisnis, kemudian menikah dengan Simon Doyle, yang mana Simon ini sebelumnya adalah kekasih Jacqueline de Bellefort, teman baik Linnet. Linnet dan Simon bulan madu di Mesir, kemudian Linnet merasa terancam karena Jacqueline selalu membuntuti Ia dan suaminya kemanapun. Linnet merasa Jacqueline melakukan ini untuk balas dendam karena sakit hati kekasihnya berpaling. Pada saat mereka naik kapal di Sungai Nil, Linnet terbunuh sewaktu tidur di kabinnya.

Gue sama sekali ngga menyangka siapa pembunuhnya. Awalnya gue mengira Tim Allerton yang ngebunuh Linnet, tapi ternyata Tim Allerton, walaupun terlibat pencurian mutiara milik Linnet, tapi belum sampai hati kayaknya untuk ngebunuh.

Oh iya, denger-denger juga katanya novel ini mau diangkat ke layar lebar di tahun 2020, dengan Kenneth Branagh (again) sebagai sutradara dan pemeran Poirot. Ga sabar nunggunya hehehe

Halloween Party



Credit to upload.wikimedia.org

Seorang penulis novel detektif, Ariadne Oliver yang sedang menginap di rumah kenalannya, menyaksikan seorang anak bernama Joyce Reynolds terbunuh di pesta halloween. Joyce dibunuh setelah mengatakan bahwa dia pernah melihat pembunuhan. Ariadne akhirnya meminta bantuan Poirot untuk mengusut kasus ini.

Again, gue berhasil menebak siapa pembunuhnya hehe agak sulit memang, karena pembunuhan Joyce ini berkaitan sama pembunuhan yang terjadi di masa lalu. Dan yah, ceritanya plot twist seperti biasanya. Oh iya, di novel ini gue suka banget sama karakternya Miranda Butler. Kalo mau tau gimana karakternya, silakan baca sendiri ya! Hehe...

So far, baru itu sih novel Agatha Christie yang gue baca. Selanjutnya mungkin gue mau baca yang judulnya Crooked House sama ceritanya Miss Marple hehe

Luv,

Nov

Comments